ESAI HULU MIGAS PERTAMINA EP FIELD JAMBI 2015



Biofuel Production from Integrated Farming System
Oleh: Tanto Purnomo
Menipisnya cadangan bahan bakar fosil membuat kebanyakan orang mulai melirik untuk menggunakan bahan bakar nabati atau yang disebut dengan biofuel. Biofuel ini diperoleh melalui proses fermentasi karbohidrat atau ekstraksi minyak biji-bijian. Sebagai negara agraris, Indonesia mempunyai banyak tanaman yang bisa dijadikan bahan pembuatan biofuel. Hanya saja penggunaan bahan untuk pembuatan biofuel masih sering bersaing dengan kebutuhan pangan manusia, sehingga pengembangan energi biofuel masih belum optimal. Untuk mendorong kegiatan ini Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Nasional diantaranya menetapkan target produksi biofuel pada tahun 2025 mencapai 5% dari total kebutuhan energi minyak nasional.
Upaya untuk mengembangkan produksi biofuel bisa dilakukan dengan adanya kerjasama antara Pertamina EP sebagai perusahaan hulu migas dengan usaha agro-kompleks. Usaha agro-kompleks tersebut sangat potensial dalam menghasilkan bahan bakar biofuel, terutama sistem usahatani yang terintegrasi. Pertamina EP diharapkan berkontribusi menyediakan teknologi bioproses sebagai alat untuk mengembangkan biofuel. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat menggunakan bahan bakar fosil yang semakin menipis. Teknologi bioproses ini adalah teknologi yang berfungsi untuk membuat tanaman menjadi bahan bakar biodiesel ataupun bioethanol. Namun perlu terus dipikirkan juga bentuk kebijakan yang baik agar pengembangan biofuel ini tidak terlalu bersaing dengan kebutuhan pangan manusia.
Lalu apa hubungan antara sistem integrasi usahatani dengan produksi biofuel?
Sistem integrasi usahatani (IFS) merupakan suatu usaha yang memadukan antara tanaman dan ternak. Tanaman yang tersedia biasanya merupakan tanaman yang bisa dijadikan bahan pembuatan biofuel. Pengolahan menjadi biofuel terkendala karena petani tidak mempunyai teknologi untuk mengolahnya. Tanaman yang diolah akan menghasilkan limbah bungkil ataupun produk ikutan yang bisa digunakan menjadi pakan ternak. Tersedianya limbah pengolahan biofuel akan sangat membantu petani untuk mengurangi biaya pengeluaran pembelian pakan, sehingga akan terjadi pola rantai energi terbarukan dan pakan yang akan mensejahterakan petani.
Pertama, pengolahan biodiesel melalui integrasi sapi dengan tanaman kelapa sawit. Jambi merupakan jagonya integrasi sapi dengan tanaman sawit. Dengan adanya teknologi bioproses untuk mengolah kelapa sawit menjadi bahan bakar biodiesel maka akan didapat keuntungan. Pengolahan biji kelapa sawit menggunakan metode transesterifikasi akan menghasilkan produk minyak yang bisa menggantikan bahan bakar solar tanpa harus mengganti mesin. Selain itu, dari proses pengolahan dihasilkan bungkil inti sawit yang bisa digunakan sebagai pakan ternak. Selanjutnya, rata-rata feses sapi yang dihasilkan setiap harinya berkisar 25 kg/ekor/hari dikalikan dengan jumlah sapi tersedia dari petani, ini akan menjadi potensi untuk pembuatan biogas.
            Selain sawit, tanaman Jarak juga bisa diolah menjadi energi biodiesel sebagai pengganti bahan bakar solar. Pengolahan 10 kg buah Jarak akan menghasilkan 3,5 liter minyak. Minyak ini bisa digunakan untuk menjalankan generator mesin pembangkit listrik ataupun mesin kendaraan berbahan solar. Hampir sama dengan sawit, pengolahan ini akan menghasilkan bungkil yang bisa menjadi sumber protein bagi ternak unggas. Pemberian pakan dari bungkil hasil olahan biodiesel ini tentu mengurangi biaya pengeluaran bagi petani.
            Kedua, Pengolahan bioetanol melalui integrasi tanaman jagung-ternak. Jangung merupakan sumber pangan manusia maupun sumber pakan bagi ternak. Yang bisa diolah menjadi bioetanol adalah dari tongkol jagungnya dengan cara difermentasi. Proses fermentasi bioetanol ini akan menghasilkan produk ikutan berupa gliserol. Gliserol ini sangat potensial sebagai pakan ternak unggas. Keuntungan lain yang diperoleh yaitu feses unggas (ayam) dengan rata-rata 115 gr/ekor/hari dikalikan jumlah ternak yang ada. Feses ini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos sebagai penyediaan pupuk untuk usaha bagian pertaniannya.
            Selain jagung, tanaman seperti gandum, kedelai, dan juga tebu adalah tanaman penghasil bioetanol yang baik. Namun hal ini menjadi isu dunia bahwa penyebab naiknya harga kebutuhan pokok manusia sebagai akibat dari pengolahannya menjadi produk bioetanol. Untuk itu pengembangan bioetanol sudah mulai berkembang dengan memanfaatkan limbah jerami, umumnya jerami padi dan gandum dalam proses yang mirip dengan pembuatan bir. Selama ini pemanfaatan jerami kurang dimaksimalkan, sebagian ada yang diolah menjadi silase pakan sapi. Sekarang hanya perlu teknologi bioprosesnya agar dapat diimplementasikan.
            Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika penyediaan teknologi bioproses pada usahatani terintegrasi dapat terealisasi.
1.      Petani akan mendapatkan bahan bakar biofuel dan memperoleh limbah bungkil ataupun produk ikutan dari pengolahannya yang bisa dipakai sebagai pakan ternak.
2.      Jika produksi biofuel banyak, produk bisa dijual ke Pertamina EP ataupun ke masyarakat sekitar lokasi usaha.
3.      Akan membudidayakan penggunaan energi alternatif dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
4.      Memperoleh biogas pengganti gas elpiji.
5.      Memanfaatkan limbah jerami yang terbuang sia-sia dirubah menjadi bioetanol.
Akhirnya, point penting dari penyediaan teknologi bioproses pada usahatani terintegrasi untuk mengembangkan biofuel ini adalah untuk kebaikan kita, masyarakat Indonesia. Agar kebutuhan energi dapat terpenuhi melalui pembuatan biofuel yang ramah lingkungan. Supaya generasi berikutnya terus bisa mengembangkan energi alternatif yang lebih baik. Sehingga suatu hari nanti akan ada generasi yang tidak cenderung menggunakan bahan bakar fosil. Merekalah generasi yang akan membawa kemandirian energi.
Personal Details:

Full Name
Tanto Purnomo
Address
Jl. Kemajuan Perumahan Puri Masurai 1 Blok H15 Kec. Jaluko kab. Ma. Jambi
Program Study
S1 Peternakan
Place, Date of Birth
Rantau Rasau, 07 Desember 1994
City of Birth
Jambi
Blog
tantofapet.blogspot.com
Email
Cell Phone
082306524769


Prestasi dalam Penulisan Esai:
  1. Terbaik II Penulisan Esai Mahasiswa se-Provinsi Jambi dengan Judul “Pengembangan Potensi Wisata Menara Gentala Arasy untuk Menunjang Eksistensi Jambi di Era ASEAN Economic Community 2015” Oleh Kantor Bahasa Provinsi Jambi tahun 2015.
  2. Finalis Esai Mahasiswa se Universitas Jambi dengan judul “Swasembada Harga Mati untuk Indonesia Berdikari” Oleh : UKM EXIST Universitas Jambi Tahun 2015

Komentar